Kesunyian dan Doa Mengawali Pekerjaan Tuhan

Wahyu 8:1-6

Kesunyian adalah bagian dari pekerjaan Tuhan. “Berdiam dirilah di hadapan Tuhan ALLAH! Sebab hari TUHAN sudah dekat.” (Zep. 1:7). “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” (Maz. 46:11). Ketika meterai ke-7 dibuka, ada dua persitiwa yang mendahului pekerjaan Tuhan: kesunyian dan persembahan kemenyan dan doa kepada Tuhan.

Continue reading

Views: 2

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Kesunyian dan Doa Mengawali Pekerjaan Tuhan

Kemuliaan Kekal setelah Penderitaan

Wahyu 7:9-17

Masa depan tidak suram bagi orang percaya. Sebab masa depan yang akan dialami di sorga adalah masa depan yang penuh kemenangan, yang penuh penghiburan, penuh kelepasan, dan penuh kebahagiaan. Skenario Tuhan: kemenangan Tuhan dan umat-Nya ada di akhir cerita (atau awal cerita kekekalan). Saat ini adalah babak penderitaan dan kesusahan di bumi karena dosa. Tetapi nanti, setelah babak ini ditutup, Tuhan telah menyiapkan babak baru dalam kemuliaan kekal.

Continue reading

Views: 5

Posted in Uncategorized | Comments Off on Kemuliaan Kekal setelah Penderitaan

Menjelang Meterai 7: Umat Pilihan di Akhir Zaman

Wahyu 7:1-8

Kejadian yang dilihat Yohanes ini masih kelanjutan dari dibukanya meterai keenam leh Anak Domba Allah. Secara khusus ada penglihatan bahwa Tuhan akan memilih 144.000 keturunan Israel untuk diselamatkan pada zaman akhir. Menunjukkan kesetiaan dan komitmen Tuhan kepada umat pilihan-Nya. Mereka, sekalipun selema ini menolak Kristus, akan diselamatkan Tuhan.

Continue reading

Views: 8

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Menjelang Meterai 7: Umat Pilihan di Akhir Zaman

Meterai 6: Kekacauan Alam dan Kekerasan Hati Manusia

Wahyu 6:12-17

Pertobatan seseorang adalah pekerjaan dan anugerah Tuhan karena kasih-Nya. Sebab ketika seorang keras hatinya di dalam dosa, apapun yang dikenakan kepadanya, termasuk malapetaka yang paling berat pun, tidak akan melembutkan hatinya. Warren Wiersbe menuliskan: “They are proof that judgment by itself does not change the human heart.” Pembukaan meterai keenam menunjukkan: belas kasihan Tuhan yang masih memberi kesempatan pertobatan dan kekerasan hati manusia berdosa yang menolak kesempatan itu.

Continue reading

Views: 18

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Meterai 6: Kekacauan Alam dan Kekerasan Hati Manusia

Meterai 5: Janji Pembalasan bagi Darah Para Martir

Wahyu 6:9-11

Pada bagian ini, sifat Tuhan yang ditonjolkan adalah Tuhan sebagai Penguasa yang Kudus dan Benar, dan Tuhan sebagai Hakim yang menjatuhkan pembalasan kepada orang berdosa–khususnya kepada mereka yang sudah menganiaya dan membunuh orang percaya. Roh para martir berseru meminta agar kekudusan Tuhan dan keadilan Tuhan ditegakkan. Dan Tuhan pasti akan melakukannya: membalas orang atas setiap dosa dan kejahatannya.

Continue reading

Views: 28

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Meterai 5: Janji Pembalasan bagi Darah Para Martir